Di Dukung Oleh :
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Lengger Budaya kota Probolinggo? Siapa takut?
Asslamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Sepur Untuk Kita Semua,
Salam Sepur Untuk Kita Semua,
Membicarakan budaya yang ada di kota Probolinggo merupakan salah satu hal yang melelahkan. Pasalnya, budaya kota Probolinggo tak hanya satu, melainkan banyak budaya. Ya, sudah tentu budaya kota Bayuangga ini sangatlah beragam, tetapi seiring dengan hal itu banyak juga budaya yang hilang. Sudah banyak contoh salah satunya yaitu budaya tarian Lengger.
![]() |
| Tari Lengger, Siapa Takut ? |
Tarian Lengger merupakan salah satu ikon kota Probolinggo. Hampir setiap malam para pemain lengger ini menari hingga larut. Dulu ketika saya masih kecil, tarian ini sangat laris dan banyak penonton. Penari muda biasanya turut ambil bagian dalam hal tersebut. Tetapi sekarang semua sudah tiada. Tempo dulu, tarian ini dimeriahkan di pasar mangunharjo kecamatan Mayangan kota Probolinggo. Sekarang hanyalah sisa penari lengger yang sudah tua, tak dapat saya temui penari muda sama sekali.
Kemanakah generasi penerusnya? Apakah memang sudah waktunya tarian ini kita tinggalkan? Lantas berapa banyak lagi budaya khususnya tarian yang akan kita tinggalkan?
Hal ini tidak bisa kita biarkan, budaya haruslah berkiprah dan lestari. Melalui tulisan di blog ini, saya mengajak kepada seluruh generasi muda khususnya para penari-penari muda untuk senantiasa menjaga eksistensi tarian ini. Tari lengger budaya kota Probolinggo? Siapa takut?
Ludruk, Budaya Yang Tlah Lama Hilang
Asslamu'alaikum Wr. Wb.
Salam penuh kehangatan untuk kita semua.
Salam penuh kehangatan untuk kita semua.
Akhir-akhir ini sering kita lihat para pemuda menarikan tarian-tarian asal negara lain. Hip-hop, break dance, semua tarian-tarian itu sejatinya adalah penjajah bagi dunia remaja. Bagaimana tidak, semakin maraknya budaya tarian luar negeri yang masuk ke tanah air Indonesia menyebabkan terperosoknya budaya asli negeri. Salah satunya berdampak buruk pada tarian ludruk.
![]() |
| Budaya Ludruk Yang Telah Lama Hilang |
Ludruk adalah salah satu warisan budaya berupa tarian yang telah diwariskan pada generasi selanjutnya. Namun, seiring dengan berkembangnya waktu, tarian ini tergilas oleh globalisasi. Penampakan tarian ludruk sudah sangat jarang kita temui, termasuk juga di kota Probolinggo. Dulunya, ludruk adalah salah satu tarian yang disukai oleh masyarakat khususnya kaum tua.
Bahasa yang digunakan dalam pertunjukan ludruk ini menggunakan bahasa jawa ngoko di polaborasikan dengan bahasa madura pasirian. Perpaduan yang sangat menakjubkan. Sebagai generasi muda apakah kita hanya bisa diam terjerat? tanpa bertindak membiarkan budaya kita hilang?
Marilah kawan semuanya, kami mengajak seluruh generasi muda negeri ini untuk kembali mencintai budaya-budaya asli negeri surga ini. Jangan berbangga jika mampu mempelajari budaya asing dengan melupakan budaya asli daerah. Majulah generasiku dengan budaya leluhurmu!!!

